Cerita Inspirasi Pengalaman Orang Lain

Posted in Mpkmb '47 on September 16th, 2010 by NURDIANA ANNISA

Yang akan saya ceritakan kali ini bukan lah orang-orang besar yang sudah terkenal di dunia luas, melainkan ayah saya sendiri.

Saat ini ayah saya sudah berusia 51 tahun, dan beberapa tahun yang lalu beliau didiagnosa bahwa glukoma telah menyerang matanya. Karena itu beliau diharuskan melakukan operasi. Saudara-saudara kandungnya sempat merasa keberatan tapi ayah saya sendiri yang menyuruh kami untuk mengikhlaskan semuanya, karena ternyata penyakit itu menurun dari Alm. Kakek dan nenek saya. Dan Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Sejak saat itu beliau disarankan agar minimal satu tahun sekali check-up ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Tidak hanya itu, setelah operasi, dokter memberikan obat tetes mata yang menurut pengakuan ayah saya rasanya perih sekali. Nyatanya, ayah saya masih menggunakan obat tetes tersebut sampai sekarang, rutin sehari dua kali, sekali terlewatkan matanya akan terasa gatal. Subhanallah, ayah saya sangat sabar dan kuat.

Selain itu beliau pintar dan memiliki tidak suka menyerah. Beliau telah meraih gelar S2 di bidang Teknik Sipil, bahkan ketika beliau mengambil S1 Teknik Sipil beliau mendapat beasiswa ke Thailand. Saat ini beliau mengajar Teknik Bangunan di salah satu sekolah kejuruan ternama di Kuningan. Di samping itu, ayah saya juga sering menangani proyek-proyek pembangunan sekolah dll. Saya sering sekali melihat ayah saya bekerja sampai larut malam di depan laptopnya, memeriksa hasil pekerjaan anak didiknya, maupun mengerjakan proyek-proyek. Entah berapa lama perharinya mata ayah saya dipaksakan untuk berakomodasi penuh untuk melaksanakan tugasnya, dengan kondisi mata ayah saya yang kurang sehat. Tapi beliau sama sekali tidak mengeluh meski pasti beliau merasa sedikit kesulitan. Sungguh Alhamdulillah di sekolahnya, kegiatan KBMnya berjalan lancar dan proyek-proyek yang dijalankannya pun hasilnya selalu memuaskan atasannya. Akibatnya beliau pun disegani oleh orang-orang sekitarnya.

Dari apa yang Allah putuskan terhadap ayah saya, saya bertambah yakin, setiap manusia memiliki kekurangan juga kelebihan. Kekurangan ayah saya ada pada matanya, tapi beliau memiki hati yang kuat dan otak yang cerdas. Begitu juga dengan teman-teman semua. Ingatlah bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Jika kalian memiliki kekurangan, apapun itu, berpikirlah kembali, yakinkan diri kalian bahwa kalian pun memiliki kelebihan yang orang lain tidak memilikinya, dan ikhlaskanlah semuanya pada Allah.

— Annisa Nurdiana — G24100056 — Laskar 6 Pangeran Antasari —

Cerita Inspirasi Pengalaman Sendiri

Posted in Mpkmb '47 on September 16th, 2010 by NURDIANA ANNISA

Mundur dua tahun ke belakang. Saat itu adalah bulan-bulan pertama saya memasuki SMA. Saya kenal dengan kakak senior yang sebelumnya membimbing kelompok saya ketika MOS. Ya, dia laki-laki. Dalam waktu kurang lebih satu bulan kami sudah dekat, setiap malam kami sms-an, dan kami merasa nyaman satu sama lain.

Bulan berikutnya, dia menyatakan perasaannya pada saya, dia ingin saya menjadi pacarnya. Saat itu saya bingung karena saya baru mengenalnya selama satu bulan dan bagi saya itu sangat kurang. Tapi akhirnya saya menyanggupinya.

3 bulan pertama saya berusaha mengenal dia lebih dalam bagaimana sifatnya supaya saya sendiri bisa mengimbanginya. Dan ternyata menginjak bulan keempat saya mendapatkan dia yang tidak lebih kekanak-kanakan dibanding saya. Ada satu masalah kecil saja, tapi karena kita menghadapinya sama-sama tidak dewasa, persoalan itu menjadi sangat berat. Sejak saat itu kami jadi sering sekali bertengkar dan terang saja ibu saya tidak suka melihat anaknya menjadi pemurung. Beliau menyuruh saya untuk memutuskan hubungan dengan dia. Tapi saya merasa begitu dalamnya perasaan saya terhadap dia sehingga usulan ibu saya pun tidak saya dengar.

Entah mengapa saya mampu bertahan dengan hubungan seperti itu selama satu tahun. Memasuki satu tahun lebih lamanya hubungan kami, dia membuat kesalahan yang membuat saya sangat sakit hati. Tapi anehnya saya tetap bertahan. Hal itu terulang untuk kedua kali dan saya memutuskan untuk meninggalkan dia. Kamipun tidak berpacaran lagi. Tapi kami masih saling menjaga komunikasi dan silaturahmi.

Beberapa hari kemudian dia bilang pada saya dia merasa bersalah dan meminta saya untuk kembali menjadi pacarnya. Dengan mudahnya saya menjawab iya karena sejak kami putus, saya memang belum bisa tenang. Kami pun berusaha mengulangnya dari nol dengan janji tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi siapa yang tahu, dia mengulanginya untuk ketiga kali. Saya sakit hati (lagi), dan kami pun putus (lagi). Dan kalian tahu, kami putus-nyambung sebanyak 3 kali, jadi skemanya seperti ini: jadian-putus-jadian-putus-jadian-putus. You can see how stupid me. Itu pertama kalinya dalam hidup saya.

Setelah “putus” yang terakhir itu, saya menyadari betapa bodohnya saya. Itu akibatnya jika terlalu terburu-buru mengambil keputusan. Itu akibatnya jika terlalu mencintai seseorang tanpa berpikir panjang, dan juga tidak mendengarkan perkataan orang tua. Itu akibatnya jika tidak mengikhlaskan sesuatu yang hilang. Sesungguhnya dibalik semua kegagalan pasti kita akan menemukan keberhasilan, kebahagiaan. Dan sekarang, saya sedang mencoba belajar dari pengalaman saya tersebut, saya tidak mau mengulang kesalahan.

— Annisa Nurdiana — G24100056 — Laskar 6 Pangeran Antasari —

i’m in my beloved hometown, Kuningan, l…

Posted in Academic on September 3rd, 2010 by NURDIANA ANNISA

i’m in my beloved hometown, Kuningan, leaving Bogor for 2 weeks and i’ll be miss everything there :)

Tags:

Sekitar satu minggu yang lalu, nilai akh…

Posted in Academic on September 3rd, 2010 by NURDIANA ANNISA

Sekitar satu minggu yang lalu, nilai akhir matrikulasi dipajang di mading depan FMIPA. Saya yang awalnya sangat berharap mendapatkan nilai akhir A, merasa tidak tenang dan takut merasa kecewa jika nilainya tidak sesuai dengan harapan. Yang lebih mungkin adalah saya mendapat nilai akhir B. Saya berdoa. Dan ketika saya melihat NRP saya di kolom kelas A.28 ternyata saya hanya mendapat nilai C. Saya yang pada saat itu bersama 3 teman saya, ternyata 2 dari mereka pun mendapat huruf mutu yang sama dengan saya, sedangkan 1 lainnya hanya mendapatkan D, dan ia mengulang mata kuliah PM lagi untuk satu semester. Saya merasa kasihan, sekaligus bersyukur karena saya masih bisa lulus meskipun saya akui nilainya tidak memuaskan.

Bagi teman-teman yang mengulang mata kuliah PM atau Kimia, semangat! Saya yakin kalian bisa lebih baik karena kalian telah pernah mempelajarinya selama sebulan dan itu tidak akan asing bagi kalian. Tetaplah berpikir positif dan optimis.

6 Tips Sukses Matrikulasi

Posted in Academic on July 29th, 2010 by NURDIANA ANNISA

Bagi adik-adik yang sedang matrikulasi, mungkin ini sedikit tips biar sukses di matrikulasi artinya bisa dapat A, atau kalau meleset dapat B atau minimal lulus. Gunakan kesempatan pas matrikulasi ini untuk mendapatkan nilai yang setinggi tingginya, soalnya pelajarannya kan masih dikit dibandingkan pas kuliah regular nanti……Inilah tipsnya:

1. Jangan percaya kalau matrikulasi susah!

Buktinya banyak yang dapat A kok kakak kelas anda! Artinya andapun bisa dapat A!

2. Tidak perlu minder, rendah diri anda berasal dari sekolah ndeso/tidak dikenal, dari keluarga tidak mampu dsb

Saatnya anda unjuk gigi, anda pun bisa bersaing dengan teman-teman anda dari kota! Statusnya semua sama kok, mahasiswa IPB

3. Jangan malu bertanya

Jika anda merasa tidak paham, tidak bisa pada satu mata kuliah, bertanyalah pada dosen anda, pada kakak kelas anda, pada kakak SR, pada teman anda yang bisa yang pinter….pokoknya sampai paham bener. Jangan pura-pura paham, pasti anda rugi sendiri!

4. Kerja keras (belajar beneran)

Istilah populernya “Man Jadda wajada”, siapa yang kerja kerja keras/sungguh2 pasti berhasil. Kalau teman anda yang pinter kimia misalnya, masih belajar 1-2 jam/hari, anda yang merasa kurang pinter kimia ya mestinya harus lebih keras lagi belajarnya, 2 x atau 3x lipat!

5. Banyak latihan soal

Jangan terkaget-kaget ketika ujian, ternyata anda banyak mendapatkan kesulitan hanya karena anda merasa bisa sehingga tidak pernah latihan soal. Perbanyaklah latihan soal. Anda bisa lihat soal-soal kakak kelas anda sebelumya, dan cobalah…..

6. Berdoalah

Setelah anda bekerja keras, belajar beneran, terakhir berdoalah. Serahkan hasilnya pada Allah….Insya Allah, tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya. Man Jadda Wajada…

Sumber: asramatpb.ipb.ac.id